19 November, 2014
Jika benar subsidi BBM ini akan dialihkan untuk infrastruktur dan kemajuan bangsa (berusaha berpikir positif)
17 November, 2014
lama tak bersua
November 2014 ini entah sudah berapa lama aku tak bergaul dengan si belog ini (tinggal lihat postingan sebelumnya sih). Saat mulai menulis, tiba-tiba ada suara "aku mencintai kamu" di telinga (bukan bisikan gaib tapi yah, hahahahahah . . . ,). Yah, hariku sudah berubah, tak seperti saat terakhir ngepost di belog sebelumnya karena bangun tidur sekarang ada yang bangunin, mau berangkat kerja ada yang buatin sarapan (walaupun baru-baru ini, karena swbwlumnya aku cuman dibangunin buat ngojegin dia ke stasiun subuh-subuh, dan tidur lagi lalu cari sarapan sendiri bahkan kadang gak sarapan), pulang kerja ada yang nungguin dengan menu masakan spesial (ya walaupun sama juga kasusnya kayak sarapan yang baru-baru ini, sebelumnya aku malah yang sering masakin makan malam), tapi kalo tidur ada yang nemenin sih gak banyak berubah. Itulah nasib menjadi suami beristri wanita karir.
Sudah berapa kali weekend ini hanya di rumah dan gak ada waktu seperti yang biasa dilakukan (belanja, jalan, makan di luar, atau maen ke tempat temen). Inilah keseimbangan, dimana ada yang semakin baik, namun ada juga yang memburuk, tapi nikmati saja dan buat hari-hari menjadi spesial (tapi gak pake telor).
Hari ini tadi pagi bangun dan langsung pegang si lcd 14 inci yang selalu menemani dan menghasilkan karya, sementara si do'i masih uring-uringan sakit kepala. Sarapan roti sambil nunggu menu spesial siap niat hati mau berselingkuh dengan istri muda dan menjauhkan mata sejenak dari si lcd, eh ternyata malas juga mandiin selingkuhan yang udah dekil en de kumel, dan akhirnya cuman guling-guling di ranjang (eh kasur ding, maklum belum punya ranjang).
Menu so ayam teriyaki spesial made in do'i sudah siap mengganjal perut yang dari pagi audah demo. Makan bersama merasa menjadi wajib disaat ada di rumah atau lagi bareng (walau kadang do'i masih mengisi piringnya dan gw dah kelar makannya, hihihihi . . . . RW06).
Sekalian mau bayar utang burgernya karena sudah diberi 100 ......., do'i keluar sambil anterin pesanan temennya (ceritanya bisniswoman) sekalian belanja keperluan dapur. Niat kerja dan jadi gak mau ikut, malah cuman bikin ngantuk guling-guling di kasur hingga tetangga ribut nyariin kucingnya yang kabur ke rumah tetangga (ibu s..y yang juga pelihara kucing) dan jadi keluar deh karena penasaran.
Ya, banyak orang memiliki hobi memelihara hewan, contohnya sebelah yang cinta bangeg ama ayam aduannya, dan sebelahnya lagi yang sayang banget sama si kucingnya. Ngobrol sana-sini, nyeletuk si pak Angkatan Laut bertanya "mas rio suka binatang apa?", lalu dengan tegas saya jawab, dulu saya senang plihara burung ama bajing, namun setelah terjerumus di dunia konservasi saya jadi lebih suka lihat binatang di alam, dan sesekali nyempetin waktu untuk mengkampanyekan tidak memelihara satwa liar.
Dengan ngedoknya si Angkatan nyeletuk lagi, "makanya saya gak mau pelihara elang, karena saya takut nanti elangnya dilepasin mas rio, hahahahah . . . . . ".
Tak lama kemudian hujan mulai turun, dan do'i pun dah balik kerumah "hore makan burgerrrrrrrrrrrr . . . ". Pacaran lagi ama lcd sampe malem dan sempet juga pacaran sama alat dapur untuk makan malam sementara do'i ganti peran bersama si lcd.
Do'i nampaknya pencernaannya lagi gak beres, soalnya masa gw diserang bertubi-tubi dengan senjata biologi yang kalo kata bule itu "smel bed" (kalo jokowi ribut dengan english jawanya, gw juga bisa english sunda pisan).
Nulis kerjaan, dengerin musik sambil diskusi, eh dah gak kerasa jam 23 peem aja. Niat on sampe jam 12 malam, eh senjata biologi do'i menyerang terus dan akhirnya niat tidur (tapi kok malah kangen ngebelog yah), kacau nih nanti di kantor bisa ngantuak . . .!
Jam sudah menunjukan pukul 00.07 a em dan ini secara kebetulan di angka paporit (favoritnya orang sunda) gw menentukan pilihan untuk memejamkan mata.
dahhhhhhh gitu aja dulu kangen-kangenan sama si belognya (gw ini memang pelayboy yang banyak pacar dan isterinya), do'i juga dah pules dan mulai berhenti serangannya.
09 Oktober, 2013
species raptors
Elang Jawa - Nisaetus bartelsi - Javan Hawk Eagle
Elang Brontok - Nisaetus cirrhatus - Changeable Hawk Eagle
Elang Hitam - Ictinaetus malayensis - Indian Black Eagle
Sikep Madu Asia - Pernis ptylorhincus - Oriental Honey Buzzard
Elang Ular Bido - Spilornis cheela - Crested Serpent Eagle
Elang Perut Karat - Hieraaetus kinerii - Rufous-belied Hawk Eagle
Alap-alap Sapi - Falco moluccensis - Spotted Kestrel
23 September, 2013
Saving GARUDA Program, Car Free Day Kuningan
Elang Jawa (Nisaetus bartelsi) adalah salah satu dari family Accipitridae yang
merupakan endemik Pulau Jawa yang sudah terancam punah. Di Indonesia Elang Jawa
dilindungi oleh urat Keputusan Nomor 421/Kpts./Um/8/81970 yang dikeluarkan pada
tanggal 26 Agustus 1970, Undang-undang Nomor 5 Tahun 1990, dan Keputusan
Presiden No. 4 tahun 1993 pada tanggal 10 Januari tahun 1993 yang menetapkan
sebagai burung nasional dan lambang spesies langka. Pada perlindungan tingkat
internasional, elang jawa termasuk dalam daftar CITES lampiran II, yang
melarang seluruh perdagangan internasional dan masuk kedalam kategori terancam
punah berdasarkan IUCN. Elang jawa merupakan salah satu
satwa pemangsa puncak (top predator)
dalam siklus rantai makanan suatu ekosistem hutan di Jawa, sehingga berperan
penting dalam mengatur populasi satwa liar lain yang menjadi mangsanya.13 September, 2013
Falco moluccensis
Spotted Kestrel
![]() |
| Jawa |
Jumlah telur bisa mencapai 4 butir.
Pada tahun 2011 pernah dijumpai di hutan pinus Karang Sari Taman Nasional Gunung Ciremai (waktu itu awal penulis terjun di dunia birding) teramati berpasangan dan bersarang di pohon yang tidak dikatehui jenisnya tepat di tepi hutan pinus.
Pertengahan 2013 jenis ini sempat dijumpai di kawasan permukiman/perkotaan (taman dahlia depan kantor Pemda Kabupaten Kuningan). Teramati sesekali terbang melingkar dan menukik. tidak jauh dari perjumpaan tersebut Alap-alap Sapi ini juga terlihat terbang melingkar mengawasi ke bawah di atas lahan pertanian (sawah) di daerah Ciperna, Kota Cirebon.
Masih penasaran dengan Alap-alap sapi, karena penulis belum pernah mendapatkan dokumentasinya pada tanggal 10 Oktober 2013 pada saat memantau pohon pinus yang berdiri di tengah lahan terbuka, karena menurut beberapa orang di pohon pinus tersebut sempat teramati Elang Brontok (Nisaetus/Spizaetus cirrhatus) sedang bersarang. Hanya terlihat sarang yang mungkin masih dibangun, karena ukurannya yang masih kecil, malah muncul Alap-alap Sapi terbang melingkar melingkari pohon pinus tersebut lalu terbang ke arah atas menuju daerah yang ditutupi pohon pinus.
Sempat panik saat pertama terlihat, untungnya segera tersadar untuk segera mengambil kamera untuk mendokumentasikan perjumpaan ini, alhasil dapat satu foto yang cukup untuk identifikaksi.
Berdasarkan pengamatan, Alap-alap Sapi (Falco moluccensis) memanfaatkan angin yang cukup besar untuk terbang ke atas, dan akan menyusuri dinding tebing untuk menghindari hembusan angin yang terlalu kencang.
Sumber:
19 Agustus, 2013
Presbytis comata
Synonim : Presbytis fredericae (Sody, 1930)
- Surili merupakan satwa yang hanya terdapat di Jawa Barat dan Banten. Dengan demikan satwa ini merupakan satwa yang khas dan tidak dapat dijumpai di daerah lain.
- Surili merupakan dikatagorikan sebagai jenis primata pemakan daun yang harus mendapatkan prioritas untuk dilestarikan. Hal ini menjadikan perhatian dunia internasional, khususnya badan-badan yang berkaitan dengan konservasi hidupan liar banyak tertuju kepada jenis ini. Tingginya perhatian dunia akan jenis primata ini dapat dijadikan sebagai daya tarik untuk mempromosikan provinsi Jawa Barat di dunia internasional.
- Surili sangat tergantung dengan keberadaan hutan sebagai tempat hidupnya, sehingga melestarikan satwa ini mutlak harus disertai dengan pelestarian hutan di Jawa Barat. Hal ini akan mendorong pemerintah provinsi Jawa Barat untuk melaksanakan kebijakan yang memperhatikan kelestarian lingkungan khususnya kawasan hutan yang saat ini sudah sangat memprihatinkan.
- Surili merupakan satwa yang sudah cukup di kenal sebagai kerabat dekat lutung sehingga sudah menyatu dengan legenda Lutung Kasarung yang dikenal luas di Jawa Barat.
- Surili merupakan jenis satwa primata yang kekerabatannya dekat dengan manusia. Dalam kehidupannya satwa mempunyai insting untuk melakukan pengobatan sendiri (self medication) lewat makanan yang dikonsumsinya di hutan. Banyak makanan dari jenis-jenis primata yang ternyata mengandung zat aktif yang dapat berfungsi sebagai obat bagi jenis-jenis penyakit yang juga menjangkiti manusia.
- Surili merupakan satwa yang memakan buah-buahan dan biji-bijian serta serangga. Dengan memakan buah dan biji satwa ini dapat membantu dalam menyebarkan biji tumbuhan di kawasan hutan yang kemudian akan tumbuh menjadi anakan pohon baru. Dengan demikian surili berperan juga dalam memelihara kelestarian hutan. Dengan memakan serangga seperti belalang, dll.
15 Agustus, 2013
Hieraaetus kienerii
Rufous-bellied Eagle
Hasil Dokumentasi di Lapangan "klik gambar untuk memperbesar"
| Jawa |
![]() |
| Jawa |
| Jawa |
| Kalimantan |
| Kalimantan |
| Kalimantan |
Suara: Pekikan tinggi “cirrep”, didahului dengan nada-nada awal yang tinggi. Juga teriakan tinggi “kliu” (M&V).
Penyebaran global: India selatan, Himalaya, Asia tenggara, Filipina, Sulawesi, dan Sunda Besar.
Penyebaran lokal dan status: Penghuni yang tidak umum pada kawasan hutan (sampai ketinggian 1.500 m) di Sunda Besar.
Pakan: Memakan burung termasuk ayam hutan dan merpati. Juga memakan mamalia anatara lain tupai.
Berbiak : Waktu berbiak Elang Perut Karat dibagian lain Asia dikatakan berbiak antara Desember - Maret (Srilanka dan India Selatan) dan February (Filipina) (Thiolay 1994; Robson 2000). Di Sumatera keberadaan burung muda bersama sarang teramati pada juli 2007 (Iqbal et al 2011). Sarang berukuran besar dibangun oleh sepasang induk di tajuk tertinggi pohon pada hutan yang lebat. Telur 1 butir yang dierami secara bergantian oleh induknya, sangat agresif dalam mempertahankan sarang ketika ada pengganggu.
Kebiasaan: Mendiami kawasan hutan dan pinggir hutan, terlihat berputar-putar atau meluncur rendah di atas pohon.
Cerita dari Lapangan: Merupakan jenis yang jarang dijumpai selama pengamatan, tercatat pernah dijumpai di kawasan perkemunan kelapa sawit, Kalimantan Tengah dan di Hutan Lindung Bukit Pembarisan Kuningan yang merupakan perbatasan antara sawah, ladang, kebun, pinus dan hutan alam. Perjumpaan pertama teramati pada 17 Oktober 2012 soaring di atas area perkebunan kelapa sawit, kalimantan tengah saat kondisi hujan gerimis.
Perjumpaan kedua teramati pada 07 Agustus 2013 di Hutan Lindung Pembarisan aktif terbang dan bertengger mulai dari pagi hingga sore hari. Perjumpaan di HL Bukit Pembarisan awalnya dikira Accipiter sp. dari cara terbang dan suara yang dikeluarkan pada saat terbang(cirrrep-cirrrep-cirrrep-cirrrep/pii-pii-pii-pii). Individu remaja saat terbang terlihat mirip Osprey, dengan warna bagian bawah putih dan ada warna gelap pada sayap, serta bercak pada bagian pelipis dekat mata. Memiliki Kebiasaan terbang lebih sering dibanding jenis Spizaetus, dengan gaya terbang rendah diatas pohon hingga dasar diatas persawahan dan ladang, lalu soaring semakin tinggi.Jenis ini sebelumnya sudah pernah terdeteksi, namun karena peralatan yang terbatas pada waktu itu (pertengahan agustus 2012) jenis ini belum teridentifikasi. Selain kemampuan pengamat, peralatan yang memadai dianggap sangat penting untuk identifikasi jenis.
Status Perlindungan: Dilindungi Undang-Undang No.5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Hayati dan Ekosistemnya dan PP 7 dan 8 Tahun 1999. Appendix II CITES.
Sumber:










