13 September, 2013

Falco moluccensis

ALAP-ALAP SAPI Falco moluccensis Bonaparte,1850
Spotted Kestrel
Hasil Dokumentasi di Lapangan "klik gambar untuk memperbesar"
Jawa
Deskripsi: Berukuran kecil (30 cm), duduk tegak, berwarna coklat gelap. Jantan: mahkota dan tubuh bagian atas coklat kekuningan, bergaris dan berbintik hitam tebal, tubuh bagian bawah kuning suram, bercoret hitam tebal. Ekornya abu kebiruan dengan ujung putih dan garis lebar hitam pada bagian subterminal. Betina: ukuran lebih besar, dengan garis tebal pada ekor. Remaja: mirip dewasa, tetapi berwarna lebih pucat dan ekor coklat dengan garis-garis gelap.


Iris coklat, paruh abu-abu kebiruan dengan ujung hitam dan sera kuning, tungkai dan kaki kuning.
Suara: Burung muda berteriak berulang-ulang:"kiri kiri kiri" ketika bertemu induknya, atau "kekekeke"' yang kencang ketika panas hati. Suara tersebut juga dikeluarkan burung dewasa untuk menunjukkan wilayah teritorialnya.
Penyebaran global: Jawa, Sulawesi, Maluku, dan Nusa Tenggara.
Penyebaran lokal dan status: Satu kali tercatat di Kalimantan selatan. Penghuni tetap di habitat terbuka pada semua ketinggian di Jawa dan Bali.
Pakan: Mamalia kecil, kadal, burung kecil dan serangga yang berukuran besar. Seringkali terlihat membawa mangsanya sambil terbang.
Berbiak : Tidak banyak informasi mengenai musim berbiak untuk jenis ini, namun mulai membangun sarang pada bulan maret atau April sampai September dan Oktober. Sarang terbuat dari ranting – ranting di pepohonan atau tebing, kadang di gedung perkotaan namun catatanya sangat sedikit sekali. 
Jumlah telur bisa mencapai 4 butir.
Kebiasaan: Penerbang yang sangat anggun, terbang melingkar perlahan, atau melayang-layang diam sambil mengepakkan sayap ketika berburu. Menukik ketika memangsa, sering mengambil mangsa dari atas tanah. Bertengger pada tiang atau di atas pohon mati. Lebih menyukai daerah terbuka
Cerita dari Lapangan: Merupakan jenis yang dapat dijumpai di berbagai tipe habitat, pernah dijumpai di areal pertanian, pemukiman, hutan pinus, semak. Waktu kecil jenis ini sering terlihat dari rumah terbang diatas aeal pertanian dan tanaman bambu terbang melingkar ke atas, dan tiba-tiba menukik dengan cepat. 
Pada tahun 2011 pernah dijumpai di hutan pinus Karang Sari Taman Nasional Gunung Ciremai (waktu itu awal penulis terjun di dunia birding) teramati berpasangan dan bersarang di pohon yang tidak dikatehui jenisnya tepat di tepi hutan pinus.
Pertengahan 2013 jenis ini sempat dijumpai di kawasan permukiman/perkotaan (taman dahlia depan kantor Pemda Kabupaten Kuningan). Teramati sesekali terbang melingkar dan menukik. tidak jauh dari perjumpaan tersebut Alap-alap Sapi ini juga terlihat terbang melingkar mengawasi ke bawah di atas lahan pertanian (sawah) di daerah Ciperna, Kota Cirebon.
Masih penasaran dengan Alap-alap sapi, karena penulis belum pernah mendapatkan dokumentasinya pada tanggal 10 Oktober 2013 pada saat memantau pohon pinus yang berdiri di tengah lahan terbuka, karena menurut beberapa orang di pohon pinus tersebut sempat teramati Elang Brontok (Nisaetus/Spizaetus cirrhatus) sedang bersarang. Hanya terlihat sarang yang mungkin masih dibangun, karena ukurannya yang masih kecil, malah muncul Alap-alap Sapi terbang melingkar melingkari pohon pinus tersebut lalu terbang ke arah atas menuju daerah yang ditutupi pohon pinus.
Sempat panik saat pertama terlihat, untungnya segera tersadar untuk segera mengambil kamera untuk mendokumentasikan perjumpaan ini, alhasil dapat satu foto yang cukup untuk identifikaksi. 
Berdasarkan pengamatan, Alap-alap Sapi (Falco moluccensis) memanfaatkan angin yang cukup besar untuk terbang ke atas, dan akan menyusuri dinding tebing untuk menghindari hembusan angin yang terlalu kencang.
Status Perlindungan: Dilindungi Undang-Undang No.5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Hayati dan Ekosistemnya dan PP 7 dan 8 Tahun 1999. Appendix II CITES.

 

Sumber:  
MacKinnon, J., K. Phillipps, dan B. van Balen. 2000. Burung-burung di Sumatra, Jawa,Bali, dan Kalimantan. LIPI/BirdLife-Indonesian Programme, Bogor


 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar