30 Agustus, 2010

berita meletusnya gunung sinabung 2010

Gunung Sinabung Meletus kembali pada hari sabtu tanggal 28 Agustus 2010. Gunung tersebut mencatat sejarah, pasalnya sebelumnya pernah meletus sekitar 410 tahun yang lalu. Sebelum gunung sinabung meletus tidak memperlihatkan tanda-tanda aktif. Artinya gunung ini sudah dianggap mati dan tidak akan bisa meletus kembali. Gunung yang terletak di Kabupaten Karo, Sumatera Utara (Sumut) ini berketinggian 2.400 meter di atas permukaan laut dan digoloongkan gunung bertipe B.



Meletusnya gunung sinabung ini tetntu saja membuat panik warga yang tinggal di sekitar daerah. Pasalnya muntahan lahar dan asap tebal menyelimuti tempat tinggal mereka. Karena Gunung tipe B adalah gunung api yang tidak mempunyai karakter meletus secara magnetik dan biasanya tidak dipantau seperti gunung sinabung ini.
foto
Reuters dalam tajuknya memberitakan, ribuan warga mengungsi karena letusan gunung api tersebut. Sinabung memuntahkan lahar sepanjang 1.500 meter dan mengeluarkan asap serta debu setinggi 5.000 kaki ke udara.

Disebutkan, dua orang tewas yang disebabkan masalah pernapasan dan serangan jantung terkait meletusnya Sinabung. Selain itu dua warga luka-luka dalam kecelakaan di jalan. Truk, ambulan, dan bis dikerahkan dalam operasi penyelamatan. Pemberitaan Reuters ini pun dilansir bermacam media dari berbagai negara, seperti Arab News dan The Star.

Kantor Berita Associated Press juga menyoroti meletusnya Sinabung dalam laporan yang berkelanjutan. Tak ketinggalan Foxnews dan Telegraph turut menyiarkan Sinabung lengkap dengan foto-fotonya. Begitu juga CNN, New York Times, Washington Post, dan Kantopr Berita Cina Xinhua ikut memberitakan peristiwa bencana alam di Indonesia ini.

Indonesia sebagai negara kepulauan terbesar di dunia berada pada area Cincin Api (Ring of Fire) yang dipenuhi gunung-gunung berapi yang membujur di sepanjang wilayahnya.

Pemerintah Indonesia dalam keterangannya mengatakan Gunung Sinabung terakhir meletus pada tahun 1600, sehingga pengamat tidak tahu pola letusan gunung tersebut dan kurang memonitor aktivitasnya secara tepat.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar