14 Juli, 2009

bambu

ARTIKEL BHHBK

BAMBU

Oleh : Laurio Leonald

2006071448

A. PENDAHULUAN

Bambu merupakan produk hasil hutan non kayu yang telah dikenal bahkan sangat dekat dengan kehidupan masyarakat umum karena pertumbuhannya ada di sekeliling kehidupan masyarakat. Bambu termasuk tanaman Bamboidae anggota sub familia rumput, memiliki keanekaragam jenis bambu di dunia sekitar 1250 – 1500 jenis sedangkan Indonesia memiliki hanya 10% sekitar 154 jenis bambu (Wijaya et al, 2004).

Bambu banyak digunakan masyarakat dalam memenuhi kehidupan sehari-hari meliputi kebutuhan pangan, rumah tangga, kerajinan, konstruksi dan adat istiadat. Bambu memiliki multi fungsi pemanfaatan sebagai bahan makanan untuk manusia (Rebung), binatang (pucuk daun muda), kebutuhan rumah tangga dan aneka kerajinan dengan berbagai tujuan penggunaan mulai dari cinderamata, mebel, tas, topi, kotak serba guna hingga alat musik serta konstruksi untuk pembuatan jembatan, aneka sekat, konstruksi rumah meliputi tiang, dinding, atap. Kebutuhan adat istiadat bambu digunakan dalam upacara adat hindu dan budha diantaranya untuk upacara kremasi jenazah. Sedangkan tujuan konservasi alam sangat efektif untuk reboisasi wilayah hutan terbuka atau gundul akibat penebangan karena pertumbuhan rumpun bamboo sangat cepat dan toleransinya terhadap lingkungan sangat tinggi serta memiliki kemampuan memperbaiki sumber tangkapan air sangat efektif


B. MANFAAT BAMBU

Kehidupan masyarakat desa, bambu sangat dekat dan dibutuhkan untuk berbagai kebutuhan masyarakat desa mulai lahir (untuk memotong pusar bayi dan sunatan) sampai meninggal (kremasi jenazah). Aktifitas kehidupan sehari-haripun tak luput dari pemanfaatan bambu sebagai bahan makanan (rebung), pembungkus makanan (daun), makanan ternak (pucuk muda), sapu lidi, kerajinan untuk kebutuhan rumah tangga, cinderamata dan mebeuler, industri (pulp dan kertas), konstruksi (jembatan, bangunan rumah, tiang, sekat, dinding, atap dan penyanggah), bahan bakar dan untuk upacara adat

Manfaat lain dari bambu yaitu memiliki keunggulan untuk memperbaiki sumber tangkapan air yang sangat baik, sehingga mampu meningkatkan aliran air bawah tanah secara nyata. Selain itu bambu merupakan tanaman yang mudah ditanam, tidak membutuhkan perawatan khusus, dapat tumbuh pada semua jenis tanah (baik lahan basah/kering), tidak membutuhkan investasi besar, pertumbuhannya cepat, setelah tanaman mantap (3 – 5 tahun) dapat di panen setiap tahun tanpa merusak rumpun dan memiliki toleransi tinggi terhadap gangguan alam dan kebakaran,. Bambu juga memiliki kemampuan peredam suara yang baik dan menghasilkan banyak oksigen sehingga dapat ditanam di pusat pemukiman dan pembatas jalan raya

Manfaat bamboo dalam teknologi sangat menjanjikan, memiliki peluang industri dengan investasi kecil, penggunaan teknologi pengolahan sederhana dan siklus panen bamboo sangat pendek dan berkesinambungan

C. POTENSI

Bambu merupakan tanaman hutan, kebun dan pekarangan. Secara menyeluruh belum diadaan inventarisasi, tetapi dari data yang ada diketahui luasnya sekitar 519.000 ha dengan hasil 2 – 4 ton bamboo/ha/tahunnya.

  1. Di India : luasnya 9,5 juta ha, potensi hasil 0,95 ton/ha/tahun
  2. Di China : luas 3,5 juta ha, potensi hasil 2 ton/ha/tahun
  3. Di Jepang : luasnya 112.000 ha, potensi hasil 2 ton/ha/tahun

Dengan asumsi berat jenis bambu rata-rata 0,61; diameter 8 cm; panjang bambu pungutan 8 m, maka dalam satu ton bamboo terdapat sekitar 750 batang bambu.

D. BUDIDAYA dan PEMANENAN

Budidaya bambu dapat dilakukan dengan biji atau bibit yang disemaikan, batang bagian bawah beserta akar rimpangnya atau dengan stek batang.

Panenan bambu, selalu dikaitkan dengan penggunaannya, misalnya umur 2 tahun untuk tali dan kerajinan, 3 tahun untuk mebel dan kerajinan lain dan 4 tahun atau lebih untuk konstruksi bangunan.

E. JENIS BAMBU dan PENGGUNAAN

1. Untuk tujuan produk mebel banyak digunakan jenis bambu hitam (wulung), tutul dan petung, kadang-kadang juga ampel, ori dan wuluh.

2. Untuk produk anyaman banyak digunakan jenis bambu apus (tali, ater), kadang-kadang juga hitam dan petung (kecil).

3. Untuk produk bubutan banyak digunakan jenis bambu ori, duri dan petung. Untuk penggunaan ini harus dipilih bambu yang tebal. Bagian pangkal batang hampir semua jenis bambu juga dapat digunakan untuk bubutan.

4. Untuk tujuan ukiran (dan patung) banyak digunakan pangkal dan akar semua jenis bambu, terutama bambu ori dan duri.

5. Untuk konstruksi digunakan bambu apus, ori, wulung dan petung.

6. Untuk sumpit dan tusuk gigi umumnya digunakan bambu apus saja.

F. FAKTOR-FAKTOR KUALITAS

1. Asal bahan, terutama tua muda, jenis dan ukuran yang sesuai

2. Adanya cacat, baik cacat alami, cacat pungutan/ penebangan maupun cacat prosesing.

3. Perlakuan pra proses seperti pengeringan, pengawetan dan pemutihan (bila ada)

4. Proses pengolahan yang digunakan dikaitkan dengan kesesuaian produk

5. Keterampilan dan pengalam SDM terkait.

G. PENUTUP

Mengenal bamboo dan manfaatnya melalui uraian singkat diatas diharapkan dapat merupakan wacana dalam kebijakan pemerintah daerah maupun instansi terkait untuk mengambil manfaat sesuai konteks kebijakan dalam rangka melindungi dan merehabilitasi kawasan hutan dalam waktu pendek untuk tujuan konservasi, khususnya pada wilayah DAS yang sangat rawan banjir dan wilayah sumber tangkapan air untuk meningkatkan aliran air bawah tanah berkaitan dengan kebutuhan air bersih masyarakat dan pada hutan terbuka/gundul akibat pola usaha pertanian.

1. Bambu merupakan tanaman yang dapat ditanam pada tanah kering/basah, tidak membutuhkan perawatan khusus, investasi kecil, kemampuan toleransi terhadap lingkungan tinggi memiliki multifungsi sebagai bahan makanan, pembungkus, kerajinan, konstruksi dan industri

2. Tanaman bambu memiliki nilai konservasi tinggi karena mampu memberi perkuatan permukaan tanah, melalui kemampuan mempengaruhi retensi air dalam lapisan topsoil, sehingga mampu meningkatkan aliran air bawah tanah

1 komentar:

  1. makasi info nya... saya lagi butuh banyak referensi soal bambu dan industri bambu. sekali lagi makasi ya..

    BalasHapus