30 Desember, 2010

petunjuk survei pohon dan topografi

PETUNJUK SURVEI POHON DAN TOPOGRAFI
 
1 SIFAT UMUM SISTEM INFORMASI POHON DAN TOPOGRAFI
Sistem Informasi Pohon dan Topografi (SIPTOP) terdiri dari dua komponen, yaitu sistem survei dan aplikasi Sistem Informasi Geografis (GIS).
      Sistem survei SIPTOP ini dibuat berdasarkan pada peraturan dan petunjuk teknis TPTI, pada Hutan Alam Daratan (SK No.151/Kpts/IV-BPHH/1993), dengan tambahan survei topografi dan bentuk alam lain, seperti: sungai, alur, mata air, jalan dan lainnya. Hal ini akan lebih informatif dan bermanfaat.
      Output survei adalah: peta topografi dan penyebaran pohon yang akurat, untuk perencanaan dan pengawasan kegiatan pembalakan, penilaian setelah pembalakan dan kegiatan pembinaan hutan sesuai dengan aturan TPTI.
      Tahap-tahap sistem pemetaan adalah:
-       Penataan Areal Kerja (PAK)
-       Inventarisasi Tegakan Sebelum Penebangan (ITSP), survei pengumpulan data topografi dan pohon
-       Data entry, pemasukan data ke komputer
-       Pemrosesan data dengan GIS (Sistem Informasi Geografis)
-       Pembuatan peta dengan GIS dalam skala dan informasi seperlunya
      Sifat–sifat sistem pemetaan ini adalah sederhana, praktis, mudah disesuaikan dan serbaguna Sifat serbaguna
-       Prinsip dan cara survei sudah lama diketahui dan digunakan oleh staf lapangan di bidang kehutanan
-       Berbagai bentuk alam bisa dicatat dan digambarkan dalam peta, dengan cara pengumpulan data yang sama seperti pada survei topografi dan pohon.
-       Untuk pengukuran plot (PUP), sistem ini bisa dipakai dengan melaksanakan prosedur yang sama; mulai dari pengambilan data di lapangan sampai ke pemprosesan di komputer; dan tidak memerlukan prosedur tersendiri.
-       Metode survei dan pemrosesan data ini dapat dipakai untuk berbagai keperluan lain baik dalam dan diluar bidang kehutanan, misalnya: survei topografi dan pohon untuk merencanakan lokasi pemukiman, lokasi basecamp, lokasi logyard, pemetaan petak HTI, perkebunan, pertanian, lokasi rekreasi dan lain sebagainya.
Sifat teknis yang fleksibel
-       Baseline atau batas luar petak bisa diukur searah jarum jam atau sebaliknya.
-       Jalur survei dapat diukur dengan arah Selatan - Utara (azimut 0) atau Utara - Selatan (azimut 180).
-       Azimut pada jalur survei bisa berbeda dari 0 atau 180, dengan catatan azimut sebenarnya dicatat.
-       Jarak diukur sebagai jarak lapangan dengan ketepatan 0.1 meter (kecuali ada petunjuk lain, misalnya lebar jalur survei, sebaiknya pengukuran diusahakan dengan jarak datar).
-       Jarak antar titik di baseline bisa berapa saja, yaitu dari 1 sampai 100 m, sesuai dengan keadaan di lapangan. Akan tetapi, azimut dan kemiringan harus sama pada bagian (jarak) tersebut dan bisa membidik dan membaca hasil pengukuran dengan tepat.
-       Jarak antar titik di jalur survei atau panjang PU bervariasi dari 1 sampai 100 m, sesuai dengan keadaan di lapangan. Akan tetapi, azimut dan kemiringan harus sama pada bagian (jarak) tersebut dan bisa membidik dan membaca hasil pengukuran dengan tepat (Ini berarti panjang PU tidak selalu tetap 20 m).
-       Lebar jalur survei bisa bervariasi sesuai keadaan di lapangan, dengan catatan koordinat pohon dan bentuk alam lain diukur dan dicatat. Akan tetapi, lebar jalur dianjurkan standard 20 meter untuk ITSP dan 10 m untuk membuat PUP (untuk keperluan lain bisa 10 sampai 40 meter).
-       Posisi pohon dalam setiap PU dapat dicatat dengan akurat; koordinat X dan Y cukup diukur dan dicatat dengan ketepatan 1 m (tidak perlu desimal, kecuali untuk keperluan riset).
-       Pohon yang terletak dekat baseline dapat dicatat posisinya dengan cara sebagai berikut: koordinat Y diberi tanda minus (-), untuk menghindari pembuatan PU bayangan dan koordinat X diberi tanda minus (-) untuk pohon yang berada di sebelah Timur jalur, tanpa harus membuat jalur baru.
-       Bahkan dimungkinkan untuk menjalankan pengukuran kiri-kanan jalur survei secara sekaligus; yaitu posisi pohon di sebelah barat dari jalur dicatat dengan koordinat +X dan pohon di sebelah timur dari jalur dicatat dengan koordinat –X.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar