homephoto grallerybuku tamulinktentang kamihome

02 Maret, 2010

KUNINGAN - KALTENG

PERJALANAN KUNINGAN JAWA BARAT

MENUJU PANGKALAN BUN KALIMANTAN TENGAH

Perubahan yang sifatnya bertambah dan tentu kearah yang lebih baik itu merupakan inti dari belajar. sama halnya yang saya alami ketika melakukan perjalanan ke suatu tempat yang tak pernah saya singgahi. semarang yang tak pernah saya injak sama sekalipun harus saya lewati dan singgah untuk bisa mencapai pelabuhan kumai dan selanjutnya ke pangkalan bun kalimantan tengah.

tengah malam itu kuawali perjalanan dan beranjak dari kampus UNIKU tercinta, bersama kawan yang mengantar menuju Stasiun Kejaksaan Cirebon. Tak menunggu lama berdiam di stasiun akhirnya kreta menuju Semarang tiba juga untuk berangkat menuju stasiun Tawang Semarang, lelahnya aktivitas hari ini sampai tidur nyenyak dalam kreta dan tak terasa sudah nyampe stasiun Tawang.

Dengan sedikit pengetahuan dari hanya bertanya-tanya dan baca di literatur yang ada saya pun mulai menanyakan langsung pada orang stasiun mulai dari pedagang, tukang becak, supir taxi, penumpang lain, hingga warga sekitar, namun yang terjadi saya mendapatkan informasi yang berbeda-beda dan bingungpun mulai menghantui dan suatu pertanyaan besar dalam benak, mana orang yang dapat dipercaya dan memberikan informasi yang benar dari semuanya. Pikiran yang tenang dan berpikir jernih saat itu diperlukan untuk mengambil keputusan dan bertindak. Walaupun keputusan dan tindakan yang kita ambil itu kurang enguntungkan, tapi saya pikir itu perlu dijadikan pelajaran yang berharga dan harapan besarnya saya dapat memberikan informasi perjalanan yang tepat kepada orang yang mau melakukan hal sama seperti saya dan tak mengalami kekurang beruntungan saya.

berputar-putar bareng tukang becak dengan harga tinggi yang saya pikir itu tidak sesuai itu adalah hal biasa terjadi pada pengalaman pertama. Dan dengan mengambil dari sisi positifnya sebagai pengalaman dan pelajaran berharga sebagai pengetahuan baru, anggap saja saya mengeluarkan duit untuk membeli ilmu tersebut, karena hal yang paling penting saya bersama kawan saya dapat sampai tujuan dengan selamat tanpa kurang satu apapun dan yang jelas sekali itu semua patut kita syukuri.

Pelabuhan Tanjung Emas yang semula hanya tahu dalam bentuk gambar dan potret udara serta sedikit dari sebuah bacaan sajah, sekarang saya ada di pelabuhan tersebut dalam dunia yang nyata, bukan dunia maya lagi. Dan tidak salah lagi disana terdapat banyak pedagang asongan dan yang menjual jasanya seperti yang saya bayangkan sebelumnya.

dalam keadaan dan kondisi apapun dan bagaimanapun, belajar adalah hal yang tidak boleh kita lupakan dan kita harus bisa memanfaatkan waktu seoptimal mungkin untuk bisa belajar. mengamati dan bertanya pada orang yang bisa kita tanya, sesama penumpang yang sudah pernah misalnya bisa dilakukan, sama halnya yang saya lakukan.

Di sini banyak sekali orang melakukan aktivitasnya dengan tujuan yang berbeda pula, beginilah kita hidup harus memilih atas apa yang akan kita lakukan dan perbuat. Mau sukses tetap ataukah bahkan mudur itu kita sendiri yang tentukan semuanya. Dan saya yakin semua orang ingin lebih maju dari sebelumnya dan hidupnya dapat lebih berguna lagi, maka berdo’a, berpikir dan usaha lah yang harus kita lakukan dengan didukung semangat, kerja keras, serius, komitmen, konsisten, tanggung jawab dan niat yang sunguh-sungguh untuk mengalahkan napsu yang merupakan musuh terbesar dalam jiwa kita sendiri.

kebiasaan yang hampir selalu terjadi adalah tak tepat waktu dalam melaksanakan kegiatan adalah tak tepat waktu yaitu kata lain dari terlambat ataupun ngaret sama halnya yang terjadi pelabuhan ini, yang jadwal kapal sebenarnya itu pukul 17:00 tapi tengah malam belum juga datang, entah apa itu alasannya, dengan kondisi yang mulai mengantuk akibat aktivitas siang tadi yang melelahkan, namun tak tenang rasanya mau tidur juga karena khawatir atas barang yang kita bawa dan kawan saya sudah terlelap tidur. Pukul 01:30 dini hari baru kapal berangkat setelah kita menunggu di atas kapal satu jam setengah sebelumnya. Tapi disinilah kita dituntut dan belajar untuk bersabar.

Kesalahan yang tak saya sadari baru sadar ketika mulai naik kapal, karena saya tak tahu apa yang saya harus lakukan dan ke tempat mana saya harus pergi dan kenapa saya tak tanyakan sebelumnya pada penumpang yang sudah pengalaman sebelumnya. Tapi tetap semangat ketika 24 jam harus di luar dikarenakan tak kebagian tempat di dalam karena ini adalah pengalaman yang tak akan pernah saya lupakan, berlayar benar-benar serasa jadi petualang.

malam yang dingin di atas kapal dipikir bukan masalah ketika cuaca malam yang cerah tanpa hujan, tapi ketika siang datang ini baru masalah karena matahari mulai menyengat kulit dan membakar kulit. Panas rasanya namun sebagai rimbawan yang jaya di darat, jaya di laut dan jaya di udara masalah itu bisa sajah diselesaikan dengan membuat bipak dengan bahan yang seadanya (kain sarung, sleping bag, handuk dan tali rapia) bisa mengurangi rasa panasnya mentari yang menyengat.

Gelap mulai datang dan situasi di luar semakin ramai di datangi orangorang yang mau menikmati sun set dan indahnya bulan purnama. tak terasa juga hari semakin malam dan tujuan semakin dekat walaupun tak bisa tidur dan tak ingin juga tidur karena ingin merasakan suasana yang tak pernah saya rasakan dan ini merupakan pengalaman yang sangat menarik.

Daratan Borneo akhirnya teelihat juga walaupun malam sedikit menjadi mendung dan petir di daratan terlihat jelas terus datang. setelah merasa puas mersakan suasana yang begitu indah baru itu saya bangunkan kawan saya untuk bergantian menjaga barang yang kita bawa. baru rasanya terlelap akhirnya sampai juga di pelabuhan Kumai Kalimantan Tengah. Maka bersiaplah untuk turun dan bergegas dari kapal, ramai pelabuhan ini dengan berbagai angkutan yang mulai menawarkan saya untuk mencapai tujuan selanjutnya yaitu kantor Hutan Indo Group yang di dalamnya terdapat PT Karda Traders yang merupakan perusahaan yang akan menjadi tempat saya magang.

angkot menjadi pilihan angkutan untuk mencapai tujuan tersebut karena selain lebih nyaman ongkosnya pula lebih murah dibandingkan dengan angkutan yang lainnya. dan akhirnya sampai juga kantor pada pukul 03:00, datang lah saya menjumpai satpam untuk bisa beristirahat di mes perusahaan tersebut.

Kuningan – Cirebon bisa di akses menggunakan bus dan akan lebih epektif ketika minta bantuan teman untuk mengantar. 7.000 – 10.000

Stasiun Kejaksaan Cirebon – Stasiun Tawang Semarang bisa menggunakan kreta api Kharina Eksekutif, bisa lebih cepat dan lebih nyaman. 80.000 – 90.000

Stasiun Tawang Semarang – Plabuhan Tanjung Mas Semarang lebih epektif menggunakan kendaraan ojek, karena becak tidak bisa masuk langsung pelabuhan dan taxi ongkosnya relatif mahal. 10.000 – 20.000

Pelabuhan Tanjung Mas Semarang– Pelabuhan Kumai Kalimantan Tengah bisa menggunakan jasa angkutan kapal, untuk hari rabu kapal PELNI dan hari sabtu Kapal Darma Kencana II, ongkosnya lebih murah dibanding dengan pesawat dan pengalamannya lebih banyak. 150.000 – 175.000 kelas ekonomi dan 300.000 – 400.000 untuk kelas eksekutif. (disarankan membeli tiket di agen jauh-jauh hari atau langsung ke kantor PT Darma Lautan Utama)

Pelabuhan Kumai Kalimantan Tengah – Pangkalan Bun Kalimantan Tengah menggunakan angkot atau ojek. ongkosnya berbeda tergantung tempat yang kita tuju untuk angkot sekitar 10.000 – 15.000

info kapal pelni bisa diakses di www.pelni.co.id (+62)(21)6334 342-45

untuk kapal darma bisa diakses di www.dluonline.co.id 62-31-5341991, 5346203, 5350614, 5353505

agen tiket kapal Prima Semarang http://baritoprima.co.id (081225069000) bisa sms dengan mencantumkan nama dan web yang dibuka.

“semoga informasi ini dapat membantu anda untuk malakukan perjalanan menggunakan kapal laut”

2 komentar:

  1. Mampir ya...
    Ini ya tulisannya..
    Yah selamat datg aja ke pbun...
    smoga betah.

    BalasHapus
  2. nyari teket semarang kumai nu cepet dimana o ?

    BalasHapus