11 Februari, 2010

SEJARAH TAMAN NASIONAL

SEJARAH TAMAN NASIONAL
Isti­lah taman nasional pertama kali terdengar saat peresmian Taman Nasional Yellowstone oleh Presiden AS Ul­ysses S. Grant pada 1 Maret 1872. Inilah taman nasional pertama di dunia.  Dari daratan Amerika, janin tam­an nasional menyebar ke benua lain. Australia menyusul dengan Taman Nasional Royal, sebelah selatan Sidney, disahkan pada 1879. Kemudian, Taman Nasional Banff, waktu itu dikenal sebagai Taman Nasional Gunung Rocky, menjadi taman nasional pertama Kanada pada 1887. Pada tahun yang sama, Selandia Baru memi­liki taman nasional pertamanya.
Daratan Eropa sedikit terlam­bat mengikuti perkembangan ini. Baru tahun 1910, Swedia mengikuti langkah mendirikan taman nasional. Pada 1926, di ujung selatan benua hitam, Afrika Selatan meresmikan Taman Na­sional Kruger. Usai gejolak Perang Dunia II, puluhan kawasan taman nasional diresmikan di seluruh dunia.
Pada tahun 1889 benih perlindun­gan alam dalam bentuk penyisihan kawasan dilakukan oleh Direktur Kebun Raya Bogor yang saat itu mengesahkan cagar alam pertama di Cibodas, Jawa Barat. Cagar ini untuk melindungi hutan pegu­nungan yang masih perawan di daerah itu.
Tiga tahun berselang, gagasan me­lestarikan alam makin menguat dengan berdirinya Nederlandsch Indische Vereeniging Tot Natu­urbescherming, atau Perkumpu­lan Perlindungan Alam Hindia Belanda pada 1912. Dr. S.H. Koorders, ketua perhimpunan, mendesak pemerintah waktu itu untuk mengambil langkah-lang­kah perlindungan terhadap ka­wasan dan jenis-jenis tertentu.
Beruntung, Gubernur Jenderal Hindia Belanda A.F.W. Iden­burg merespon usulan itu den­gan mengesahkan cagar alam di Depok seluas 6 hektar. Sejak ini, pencagaran kawasan dan perlind­ungan jenis-jenis tertentu terus berlanjut selama Pemerintahan Hindia Belanda.
Singkat cerita, usai deklarasi Kemerdekaan Indonesia, pada dekade 1960-an di Bogor, kota pusat penelitian dan perlindungan alam selama masa Hindia Belanda, dibentuk Bagian Pengawetan Alam yang bernaung di bawah Kebun Raya Bogor. Pada saat yang sama, lem­baga Jawatan Kehutanan memiliki Bagian Perlind­ungan Alam. Kedua lembaga itu kemudian digabung menjadi Bagian Perlindungan dan Pengawetan Alam (PPA) yang dikelola oleh Jawatan Kehutanan.
Musim semi tumbuhnya kawasan konservasi terjadi pada rentang 1974-1983. Dengan dukungan Organ­isasi Pangan Dunia (Food and Agriculture Organi­zation/FAO), pemerintah melaksanakan Program Pengembangan Taman Nasional. Program ini untuk membangun sistem kawasan konservasi daratan dan perairan di seluruh Indonesia sekaligus menentukan skala prioritasnya.
Taman nasional di Indonesia baru benar-benar diben­tuk pada 6 Maret 1980, saat Menteri Pertanian men­gumumkan lahirnya lima taman nasional. Menyusul pada 1982, bertepatan dengan Konggres Taman Na­sional Internasional III, di Bali, jumlah taman nasion­al bertambah menjadi 10 kawasan. Sampai dengan 2007,Indonesia telah memiliki 50 unit taman nasional dengan luasan 16.380.491,64 hektar.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar